PTA Maluku Utara

“You Can’t Be Anything Before You Become Yourself”

Kekuatan Sejati Seorang Pemimpin

Kekuatan sejati seorang pemimpin adalah kebebasan untuk memilih. Beberapa hal yang harus kita ketahui untuk memperkuat kemampuan leadership, yang pertama adalah jadilah pemimpin untuk diri anda sendiri terlebih dahulu! Jangan pikir bisa memimpin dan menjadi petunjuk arah bagi orang lain jika anda sendiri tidak tau arah tujuan anda! 

Jangan pikir bisa menguasai emosi masyarakat jika anda sendiri belum menguasai emosi anda! Sudahkah anda mengatur hidup anda secara fisik, mental dan spiritual? Mampukah anda menahan gejolak emosi dan nafsu anda? Coba pikirkan itu baik-baik… 

Seorang pemimpin yang baik harus mengenal dekat para pengikutnya… Jika anda adalah pemimpin diri anda sendiri, sudahkah anda mengenal diri anda?

Seberapa banyak yang anda tau tentang diri anda? Apakah anda tau berapa tinggi badan dan berat badan anda? Golongan darah anda? Visi misi anda? Keinginan terbesar anda? Kekurangan dan kelebihan anda? Jika tidak, cari tau sekarang juga dan kenali diri anda sebelum anda memimpin diri anda! 

Kedua, jadilah orang yang bebas! Jika anda bertanya kepada orang yang ingin kaya tentang apa yang mereka inginkan, mereka akan menjawab “kebebasan finansial”, jika anda bertanya kepada orang yang ingin jadi seniman tentang apa yang mereka inginkan, mereka akan menjawab, “kebebasan berekspresi”, jika anda bertanya kepada masyarakat apa yang mereka inginkan, mereka akan menjawab: “kebebasan berpendapat”. 

Kita semua ingin bebas! Ingat dan ucapkan ini dalam diri anda sendiri setiap hari, “jika saya ingin bebas, saya harus menjadi saya!” saya ulangi, “jika saya ingin bebas, saya harus menjadi saya!” Bukan menjadi orang yang teman saya inginkan!,
bukan menjadi orang yang orang lain inginkan! bukan menjadi orang yang istri saya inginkan!, bukan menjadi orang yang keluarga saya inginkan!, “jika saya ingin bebas, saya harus menjadi orang yang saya inginkan!” Terima semua kritik, saran dan pendapat orang lain hanya sebagai bahan pemikiran dan masukan. Tapi ingat, jika anda ingin benar-benar bebas tanpa beban dalam diri anda, anda harus menjadi “orang yang anda inginkan!” 

Ketiga, buatlah keputusan! Napoleon hill dalam bukunya Think and Grow Rich berkata, “Orang yang kerap berhasil dalam hidupnya membuat keputusan sangat cepat dan jarang melakukan perubahan! Orang yang selalu punya masalah dalam hidupnya membuat keputusan sangat lambat dan merubahnya setiap saat!” Mungkin anda adalah pemikir yang kritis dan mempunyai pendapat bahwa jika kita membuat keputusan terlalu cepat, maka keputusan tersebut akan menjadi keputusan yang ceroboh! Tapi saya tegaskan bahwa tidak ada yang lebih ceroboh selain tidak membuat keputusan sama sekali. Semakin banyak keputusan yang anda buat, semakin banyak kemungkinan dan kesempatan yang akan anda dapatkan untuk mendapatkan hasil yang anda inginkann! Jadi jika anda sering mengalami kegagalan, coba lihat lagi, apakah anda lambat dalam membuat keputusan? Dan jika anda sudah membuat sebuah keputusan, apakah anda berkomitmen dengan keputusan yang anda buat atau anda merubahnya setiap saat? Anda tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan anda jika anda merubah tujuan anda setiap saat! 

Keempat, hentikan menyalahkan dan mulailah bertanggung jawab (stop blaming and take responsibility). Coba pikirkan baik-baik. Menyalahkan itu mudah, bertanggung jawab itu sulit. Itulah realita hidup yang harus kita terima dan hadapi sebagai seorang pemimpin. Banyak orang pada saat mereka menghadapi “kegagalan”, mereka cenderung menyalahkan orang lain, takdir, ataupun ketidak-mampuan mereka,
yang sebenarnya hanyalah alasan untuk tidak mencoba sekali lagi.

Marilah kita tingkatkan mindset kita sebagai pemimpin sejati dengan sebuah mindset yang akan membedakan kita dari 90% pemimpin diluar sana, yaitu
Berhentilah menyalahkan dan mulailah bertanggung-jawab. Apa maksudnya? Saya akan menjelaskan hal ini dalam sebuah ilustrasi. 

Bayangkan jika seseorang digigit seekor ular. Jika orang tersebut adalah orang biasa, dia akan dendam dan mengejar ular tersebut untuk membunuhnya dan melampiaskan dendamnya pada ular tersebut. Walaupun ular tersebut akhirnya berhasil dibunuh, mungkin orang tersebut juga akan langsung mati karena racun yang masuk kedalam tubuhnya cepat menyebar, ditambah dia terlalu banyak bergerak dengan mengejar ular tersebut.

Lalu apa yang seharusnya dilakukan? Seorang pemimpin yang sejati dan dapat mengontrol emosi dan nafsunya akan mengerti bahwa yang akan membuatnya sakit dan membahayakan jiwanya bukanlah “gigitan” ular tersebut, melainkan racun yang ada di dalam tubuhnya. Oleh karena itu dia tidak akan mengejar ular tersebut, melainkan menghisap darahnya sendiri untuk mengeluarkan racun yang ada dalam tubuhnya.

Cerita tersebut mencerminkan dengan jelas bahwa apapun yang terjadi kepada anda walaupun itu bukan salah anda, racunnya tetap didalam dirimu. Orang lain mungkin saja membuat anda sakit hati. Situasi mungkin saja menyebabkan anda gagal. Kondisi mungkin saja belum berpihak kepada anda, tapi jika yang anda lakukan hanyalah menyalahkan orang lain tanpa menyadari bahwa racun yang sesungguhnya ada didalam diri anda, maka sudah tentu keadaan tidak akan berubah menjadi lebih baik untuk kedepannya.

Apapun yang terjadi kepada anda, baik itu salah anda, salah orang lain ataupun (jika menurutmu) salah takdir, akan sangat salah jika anda tidak melakukan apa-apa. Memang sangat mudah untuk tidak bertanggung-jawab dan hanya berkata “Ooh itu kan salah dia… Saya ga salah dong…” atau “Yaah emang saya begini, mau diapain lagi… Ya sudah laaah…” atau “Ini kan memang sudah takdirnya begitu, jadi mau diapain lagi… Ya memang begitu realita hidup.” 

Kalimat-kalimat diatas tampil sebagai alasan otentik untuk tidak bertanggung jawab. Namun akan sangat bijaksana sebagai seorang pemimpin agar dengan sesegera mungkin menyadari bahwa kalimat-kalimat seperti itulah yang membuat banyak orang tetap pada kondisi yang mereka tidak inginkan.

Oleh karena itu, apapun yang terjadi, salah siapapun itu, sudah menjadi tugas kita sebagai seorang pemimpin untuk tidak menyalahkan siapa-siapa dan mulai mengambil tindakan yang penuh tanggung jawab untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Jika anda menerapkan prinsip ini ke dalam kehidupan anda, saya jamin anda akan jauh-jauh lebih dewasa, jauh-jauh lebih bijaksana, dan sudah tentu jauh-jauh lebih bahagia sebagai seorang pemimpin sejati yang dihormati. 

Stop blaming and take responsibility starting right now!