PTA Maluku Utara

Rapat Pembinaan Ketua PTA Maluku Utara (YM Dr. Abd. Hakim, M.H.I,) Di Aula Kantor

Pembinaan  Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara ( Dr. Abd. Hakim, M.H.I)  di Ruang Pertemuan Kantor Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara  pada  hari Senin tanggal 21  Pebruari 2022 jam 08.30 wit. Dan didampingi oleh Wakil Ketua PTA Maluku Utara, Bapak Drs. H. Tarsi, S.H, M.H.I  dan  para  peserta dari Hakim Tinggi, Panitera dan  Sekretaris serta para pejabat dan pegawai  Pengadilan  Tinggi  Agama Maluku Utara.

Pembinaan oleh Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara  dilaksanakan sebagai pembekalan dan meningkatkan pengetahuan serta wawasan keagamaan pada lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara sebagai akibat dari perkembangan zaman dan Teknologi Informasi dalam rangka  mewujudkan peradilan yang modern  yang berbasis agama khususnya Ajaran Islam dengan tema Komitmen Bersama, Peningkatan Kedisiplinan dan  perubahan mindset.  Pembinaan  tersebut disampaikan kepada para Hakim dan para pejabat di lingkungan Pengadilan Tinggi Maluku Utara serta para  pegawai, agar semuanya dapat  menyesuaikan dan mengikuti perkembangan zaman dengan tidak melupakan nilai nilai ajaran agama yang mendukung tugas tugas pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara dalam melayani masyarakat pencari keadilan.

Kata kata Ketua Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara pada pembinaan tersebut, antara lain  :

  1. Pola Pembinaan dan Perubahan

Salah satu demensi spiritual/Agamais  pada pembinaan dan perubahan Pejabat dan seluruh pegawai Pengadilan Tinggi Agama dalam membentuk manusia yang paripurna yang berkarakter dan berakhlak sesuai dengan ajaran Islam, yaitu berdasarkan ajaran Allah swt dalam FirmanNya dalam Alquran yang artinya “ Aku ciptakan Jin dan manusia untuk beribadah”, berarti dalam lingkungan Pengadilan Tinggiu Agama ini, seluruh aktifitas perkantoran   seharusnya  kita jadikan semuanya menjadi ibadah kepada Allah swt. Selain daripada itu kegiatan perkantoran tersebut yang paling urgen dan paling utama adalah  perubahan pola berfikir; mindset yang akan membentuk budaya  kerja yang dilandasi dengan nilai nilai keagamaan.  Karena itu dalam konsep Islam, ada  beberapa cara, sambung calon Hakim Agung Republik Indonesia tersebut, yaitu :

  1. Ikhlas, yakni membuat sesuatu amal dengan tidak lagi menyebut nyebutnya, seperti ketika manusia membuat hajat/kotoran di sungai dengan tidak lagi melihat kebelakang. Dan jika  amal seseorang selalu disebut sebut dan melihat lihat kebelakang maka bukan lagi kategori ikhlas, karena sudah dimasuki unsur kotornya yang menjadi tempat bisikan syaithon. Dengan demikian  para pegawai dalam  pekerjaannya haruslah dimasukkan dengan demensi keikhlasan dalam pekerjaannya sehingga mendapat keberkahan dari Allah karena  bernilai ibadah.
  2. Muhsin/Ihsan, yaitu kelakuan sebagai suatu peragaan yang baik dalam kehidupan yang dilakukan dengan bersungguh sungguh sehingga  membentuk budaya  kerja yang baik sebagai pencerminan dari keyakinan seorang mukmin.
  3. Ittiba, yaitu suatu ketaatan untuk mengikuti syariat. Aturan system yang berlaku, dengan demikian dapat  membentuk seorang muslim yang taat dengan penuh kepasrahan diri, sepertihalnya yang diajarkan kepada Nabi Ibrahim dalam kalimat “ hanifan Musliman wa ma ana minal musyrikin”

II   Perubahan dalam kedisiplinan

Masalah kedisiplinan sangat berhubungan dengan waktu. Karena itu sebagai seorang  pegawai gunakanlah waktu semaksimal mungkin karena selama 5 hari bagi pegawai dalam perjalanan waktu seminggu kehidupan seorang pegawai lebih banyak di lingkungan perkantoran, maka penggunaan waktu haruslah dengan prinsip prinsip kedisiplinan bagi seorang pegawai, kata Ketua PTA. Maluku Utara. Selanjutnya dalam  demensi agama  seluruh aktifitas kehidupan ini seperti halnya sandiwara karena itu kita harus  jalani sesuai dengan apa yang telah disutradarai oleh pemilik kehidupan ini yakni Allah swt.  sehingga bagi seorang pegawai jadikanlah pekerjaan itu sebagai ibadah disamping itu kata Ketua PTA. Maluku Utara tersebut, sistem kerja  sesuai  pola Zona Integritas pada Area I yaitu perubahan pola pikir, juga menganut sestem sepertihalnya nilai nilai dalam ajaran agama, karena itu  dalam Zona Integritas juga menganut system menejmen perubahan yang didalamnya terdiri dari MindSet, Budaya kerja dan system kerja. Oleh sebab itu semua pekerjaan haruslah sesuai dengan system, prosedur yang ada pada zona Integritas Arena 6 mengenai pelayanan publik sehingga kita tidak salah dalam  menerapkannya. Dan setiap saat dilakukan Reviuw untuk melakukan  perubahan  dan pengawasan agar  berjalan sesuai dengan perencanaan, untuk mendapatkan hasil yang telah diprogramkan.

           

          Demikianlah pokok pokok pembinaan yang disampaikan oleh Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara yang ditutup dengan ucapan terimah kasih atas perhatiannya wabillahi taufik walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.